1. Advokasi & Perlindungan Anggota (Advocacy Center)
Tujuannya adalah memastikan setiap anggota GINSI Jatim mendapatkan kepastian hukum dan solusi saat menghadapi kendala di lapangan (misal: di pelabuhan atau terkait regulasi baru).
Bentuk Kegiatan:
-Pembentukan Task Force Respons Cepat: Tim khusus yang bertugas menerima aduan anggota terkait hambatan operasional (Customs, Karantina, atau Pelindo) dan memberikan pendampingan mediasi.
-Forum Dialog Reguler “Coffee Morning”: Pertemuan rutin antara pengurus GINSI Jatim dengan instansi terkait (Kanwil Bea Cukai, Otoritas Pelabuhan, Dinas Perdagangan) untuk menyinkronkan kebijakan pusat dengan kondisi riil di Jawa Timur.
-Layanan Konsultasi Regulasi: Menyediakan kanal khusus bagi anggota untuk bertanya mengenai interpretasi kode HS, peraturan impor terbaru (Lartas), atau skema perdagangan FTA.
2. Peningkatan Kepatuhan & Tata Kelola (Compliance & Education)
Tujuannya adalah meningkatkan profil risiko perusahaan anggota agar lebih kredibel di mata pemerintah, yang pada akhirnya mempermudah proses bisnis.
Bentuk Kegiatan:
-Sertifikasi & Workshop Mandiri: Mengadakan pelatihan teknis tentang Audit Kepabeanan dan Manajemen Risiko Impor agar anggota terhindar dari sanksi administrasi atau denda.
Program Akselerasi AEO (Authorized Economic Operator): Pendampingan bagi perusahaan anggota yang potensial untuk mendapatkan status AEO dari Bea Cukai (jalur prioritas impor).
-GINSI Jatim Digital Membership Card: Integrasi data anggota dalam satu sistem yang mempermudah verifikasi status perusahaan sebagai “Importir Patuh”, yang dapat digunakan sebagai nilai tawar saat berhubungan dengan perbankan atau mitra logistik.
3. Penguatan Organisasi
Database Anggota Terintegrasi: Melakukan pemetaan ulang profil usaha anggota (sektor industri, volume impor, dll) untuk menentukan arah kebijakan organisasi yang lebih akurat.
Bentuk Kegiatan:
-Program Member Get Member: Insentif atau benefit khusus bagi anggota yang berhasil membawa importir baru untuk bergabung guna memperkuat posisi tawar GINSI Jatim di tingkat nasional.
Timeline Rencana Kerja GINSI Jatim 2026 Kuartal 1 (Januari – Maret): Konsolidasi & Pemetaan
Januari:
-Rapat Kerja Pengurus (Raker) untuk pengesahan Visi-Misi 2026-2031.
-Audit dan Pembaruan Database Anggota (Fokus Bidang Keorganisasian).
Februari:
-Peluncuran kanal aduan Task Force Respons Cepat (Advocacy Center).
-Coffee Morning perdana dengan Kanwil Bea Cukai Jatim I.
Maret:
-Workshop Teknis: “Update Regulasi Impor & Lartas Terbaru 2026”.
-Sosialisasi program kepatuhan mandiri bagi anggota.
Timeline Rencana Kerja GINSI Jatim 2026 Kuartal 2 (April – Juni): Edukasi & Digitalisasi
April:
-Pengembangan sistem Digital Membership Card GINSI Jatim.
-Pelatihan khusus: “Strategi Menghadapi Audit Kepabeanan”.
Mei:
-Kunjungan lapangan (Site Visit) ke Pelabuhan Tanjung Perak & Terminal Petikemas.
-Forum Dialog dengan Pelindo mengenai efisiensi biaya logistik.
Juni:
-Peluncuran Program Akselerasi AEO (Pendampingan Sertifikasi Prioritas).
Evaluasi Kinerja Semester I.
Timeline Rencana Kerja GINSI Jatim 2026 Kuartal 3 (Juli – September): Ekspansi & Kolaborasi
Juli:
-Program Member Get Member (Kampanye Penambahan Anggota Baru).
-Seminar Nasional: “Peluang Impor Bahan Baku di Era Global Value Chain”.
Agustus:
-FGD (Focus Group Discussion) dengan Perbankan terkait fasilitas pembiayaan impor bagi anggota GINSI Jatim.
September:
-Workshop: “Manajemen Risiko Impor & Mitigasi Sanksi Administrasi”.
-Coffee Morning dengan Dinas Perdagangan Jatim.
Timeline Rencana Kerja GINSI Jatim 2026 Kuartal 4 (Oktober – Desember): Evaluasi & Proyeksi
Oktober:
-Survei Kepuasan Anggota terhadap layanan organisasi.
-GINSI Jatim Networking Night (Pertemuan antar-anggota & mitra strategis).
November:
-Penyusunan laporan capaian tahunan Bidang Keorganisasian.
-Finalisasi roadmap digitalisasi organisasi untuk tahun ke-2.
Desember:
-Rapat Pleno Akhir Tahun. Penyusunan Rencana Anggaran & Kerja (RAK) 2027