Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Hana Belladina, pengusaha perempuan asal Kabupaten Tuban, terpilih secara aklamasi untuk menakhodai BPD GINSI Jatim masa bakti 2025–2030.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-X yang dihadiri oleh sekitar 265 importir dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Sosok yang akrab disapa Bella ini mengusung visi besar untuk menjadikan GINSI sebagai solusi nyata bagi para pelaku usaha, khususnya importir di tingkat daerah.
Fokus pada Edukasi Regulasi dan Efisiensi
Dalam keterangannya di Tuban, Senin (2/2/2026), Bella menyoroti tantangan utama yang dihadapi importir daerah, yakni minimnya pemahaman terhadap regulasi perdagangan internasional yang dinamis.
“Banyak importir daerah yang belum sepenuhnya memahami aturan. Padahal, sebagian besar impor dilakukan untuk memenuhi bahan baku produksi yang hasilnya akan diekspor kembali,” ujar lulusan S2 Ilmu Komunikasi Unitomo tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, Hana telah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya:
-
Literasi Regulasi: Menyelenggarakan seminar dan workshop rutin bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.
-
Panduan Digital: Menyusun buku panduan serta e-book tata cara importasi yang mudah diakses oleh seluruh anggota.
-
Tim Kerja Khusus: Membentuk tim untuk memantau dan mencari solusi atas hambatan proses pengeluaran barang di pelabuhan.
-
Digitalisasi: Mendorong penggunaan teknologi Electronic Data Interchange (EDI) guna mempercepat arus barang.
Mendorong Daya Saing Global
Sebagai pelaku usaha yang juga mengimpor rempah dari India untuk kebutuhan ekspor, Bella memahami bahwa efisiensi biaya dan kecepatan waktu adalah kunci daya saing di pasar global. GINSI Jatim berencana menjajaki kerja sama dengan penyedia jasa logistik untuk mendapatkan tarif yang lebih kompetitif bagi para anggotanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi aktif dengan instansi pemerintah guna menciptakan iklim usaha yang kondusif di Jawa Timur.
“Saya berkomitmen membawa GINSI Jawa Timur menjadi rumah bersama. Jika anggota tertib izin dan laporan, maka kepercayaan pemerintah serta mitra usaha akan semakin kuat,” pungkasnya.